Kisah
ini gue ambil dari apa yang gue liat divideo yang kemarin gue posting. Kisah yang
tak lazim ini tejadi di sebuah negara yang sangat dekat dengan indonesia. Langsung
aja ceritanya ya J.
Aku anak
berumur 1 ½ tahun. Harusnya aku bisa merasakan hari ulang tahunku bersama mama
dan papa, seperti anak-anak yang lain. Tapi, kejadian ini membuat aku menangis,
mengeluarkan air mata, serta menahan rasa sakit. Hari itu aku di siksa oleh
mamaku. Mungkin, karna aku yang nakal, atau karna mama ingin membunuhku ? aku
tak tahu kenapa mama bisa tega memukuli aku hingga aku lemas.
Mama,
aku ingin mama peluk, bukan mama pukul. Mama, aku ingin mama membelai wajahku,
bukan mama tampar wajahku hingga memerah. Mama, aku ingin badanku mama gendong,
bukan mama cubiti hingga membiru. Mama maafkan aku jika aku punya salah. Tapi rasa
sakit ini aku tidak bisa menahannya. Bahkan, dua orang kakak yang melihatku di
pukul mama pun, mereka tidak akan sanggup menahan rasa sakit yang aku rasakan.
Mama,
kenapa mama tidak membunuh aku saja. Jika, hidupku hanya menyusahkan mama, aku
rela mati di tangan mama. Tadinya aku berfikir, kalau nanti aku sudah besar,
aku ingin membahagiakan mama. Tapi, semua itu tidak akan pernah terjadi. Sepertinya
mama tidak menginginkan kehadiranku di dunia ini. Tapi ingat ma, mama akan
selalu aku CINTA.
Dan,
Tante
yang merekam kejadian itu. Kenapa tante tidak menghentikan mama ? kenapa tante
membiarkan mama memukulku ? tante tahukan kalau pukulan itu sangat menyakitkan
bagiku. Bahkan, jika tante yang merasakannya tante pun akan menangis seperti
aku.
Tapi,
Aku berterimakasih
terhadap mama, sudah mengandungku selama 9 bulan. Dan, menjagaku. Walaupun akhirnya
aku merasakan rasa sakit pada hari itu.
Doaku
untuk tuhan,
“ya
tuhan, ini memang menyakitkan. Dan, aku tahu perbuatan ini sungguh KEJI. Tapi aku
meminta padamu, untuk ampunkan semua kesalahan mama. Dan, biarkan hanya AKU
yang merasakan rasa sakitnya. Jangan, yang lain. Cukup aku dan hanya aku.
Tuhan,
jika aku boleh meminta. Jangan hukum mama yang berat. Karna aku tidak mau
melihat mama menangis seperti aku menangis pada hari itu.
Karena,
Aku sayang
mama”
Mama,
Aku
Sayang Mama